Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti halnya PKK Kecamatan Bulu, yang aktif mensosialisasikan pentingnya tidak buang air besar sembarangan (BABS). Selain untuk kesehatan, juga menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

“Secara bergantian kita mensosialisasikan program Stop BAB Sembarangan di semua desa yang ada di Kecamatan Bulu. Salah satunya di Desa Kadiwono. Di desa ini, memang sebagian warga masih ada yang BAB sembarangan,” ujar Ana Rini Wiharjati, Ketua PKK Kecamatan Bulu Pokja IV Bidang Kesehatan, Kelestarian Hidup dan Pelaksanaan Kesehatan.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya perlu ada pemahaman terhadap warga agar tidak lagi BAB sembarangan. “Melalui acara PKK, kita selalu mensosialisasikan mengenai program ini, dan mengimbau warga agar tidak lagi BAB sembarangan. Biasanya, kalau disampaikan secara santai dan ringan, ibu-ibu bisa mengerti dan nantinya juga diteruskan ke keluarga masing-masing,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap warga, khususnya yang kurang mampu dan belum memiliki jamban. Sehingga nantinya, dapat diusulkan kepada pemerintah daerah atau pemerintah desa untuk pengadaan jamban.“Dari pendataan yang kita lakukan sejauh ini, sebagian bantuan pembuatan jamban sudah terwujud, baik itu bantuan dari pemerintah atau swasta. Karena, dalam hal ini kita juga menggandeng pihak swasta terkait bantuan pembuatan jamban,” pungkasnya.Dirinya berharap, nantinya, pada 2017, sesuai dengan target pemerintah, Indonesia tak terkecuali Kabupaten Rembang sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, serta menjadi daerah yang bersih dan sehat.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler