Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Terkait hal ini,kalangan pelajar juga diharapkan dilibatkan dalam menyosialisasikan tentang program Stop BABS tersebut. “Pemerintah diharapkan juga bisa melibatkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau pramuka dalam menyosialisasikan program tersebut,” ujar Fajar Yulian Perdana (17), siswa MAN Rembang.

Dalam hal ini, katanya, pemerintah juga bisa melibatkan pelajar untuk mengkampanyekan pantai bersih. Sebab, masyarakat yang berada di pinggir pantai tak jarang masih BAB di pinggiran pantai, sehingga membuat pantai menjadi kotor.

Dirinya mengatakan, jika kondisi pantai kotor, hal itu akan berpengaruh juga terhadap kesehatan dan kenyamanan warga. Begitu juga berpengaruh terhadap penilaian Adipura terhadap Pemkab Rembang.Hal senada juga disampaikan Doni (17) siswa SMK Yos Sudarso Rembang. Menurutnya, dalam waktu tertentu pemerintah hendaknya melibatkan pelajar untuk membersihkan pantai. “Kalau yang bersihkan pelajar kan, warga yang biasanya BAB sembarangan itu malu karena pantainya yang kotor dibersihkan pelajar dan juga pemerintah,” ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler