Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dirinya menyampaikan, jika tantangan santri untuk masa mendatang akan lebih dahsyat lagi. Terlebih  lagi untuk membangun citra Islam. Sehingga, para santri dan kiai muda harus bisa menjadi ujung tombak dalam menegakkan agama Islam.

"Tantangan saat ini memang sangat luar biasa, sebab secara global citra Islam  sudah mulai turun. Terlebih di kawasan Timur Tengah. Dilihat secara demografis saja, mayoritas Muslim itu ada di Indonesia. Bahkan Indonesia itu negara yang paling banyak muslimnya," ungkapnya.

Dirinya menyatakan, jika keberadaan Forum Silaturahim Kiai Muda (FSKM) diharapkan bisa menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan pendidikan Islam, sehingga nantinya mampu bersaing dengan perkembangan zaman.Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika potensi ponpes berkembangnya pesantren sangat cepat. "Potensi pendidikan pesantren memang mengalami percepatan yang signifikan. Sebab pada tahun1980-an, tercatat bahwa pondok pesantren di Indonesia sebanyak 7.500. Akan tetapi, tahun 2016 ini, Kemenag mencatat jumlah ponpes sudah ada sekitar 29 ribu. Dari jumlah tersebut, 70 persennya berada  di Jawa,” ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News