Bupati Tak Ingin TPQ di Rembang Tutup Gara-gara Full Day School
Edy Sutriyono
Minggu, 30 Oktober 2016 08:30:52
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Terkait hal itu, pihaknya katanya, telah mengirim surat ke pemerintah pusat agar rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi untuk menerapkan kebijakan full day school ditinjau kembali dan tidak diberlakukan, khususnya untuk wilayah seperti Rembang. Sebab, hal itu dinilai justru berdampak terhadap dunia pendidikan yang ada di Rembang, khususnya madrasah diniyah dan TPQ.
Menurutnya banyak kerugian jika program tersebut diterapkan terutama di wilayah kabupaten Rembang. Sebab, di Rembang ada ribuan madrasah diniyah, takmiliyah dan TPQ. Di mana dunia pendidikan tersebut berjalan pada waktu sore hari.
"Jika full day school diterapkan di Rembang, maka, madrasah di sini banyak yang kukut (tutup). Padahal perannya dalam mendidik anak di bidang agama sangat penting,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



