Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Gapoktan Wates, Zuhri mengatakan kalau dari awal pihaknya sudah memprediksi kalau upaya pengerukan tidak akan maksimal. Hal itu terbukti dengan hasil pascadikeruk. Yalni lahan pertanian masih tertutup air.

"Dari awal kan saya sudah bilang, di sini itu membutuhkan sudetan ke saluran irigasi Undaan Lor. Itu solusi yang pas, namun belum bisa dilaksanakan," keluhnya, Senin (7/11/2016).

Menurutnya, pengerukan dengan menggunakan alat backhoe (begu). Sudah selesai dilaksanakan dua hari lalu, Sabtu (5/11/2016). Hanya, kondisi air masih tenang dan masih nampak memenuhi sawah di Desa Wates.

Dampaknya, hingga kini para petani di desa tersebut tidak bisa melakukan tanam tepat waktu. Kalau pun bisa, harus menunggu air yang menggenangi sawah surut terlebih dahulu.
Pengerukan saluran sejauh 3 kilometer (km) membutuhkan waktu dua pekan lamanya. Pengerukan menggunakan satu alat dari Dinas Binamarga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) didatangkan, Senin (24/10/2016). Sehari setelah itu langsung digunakan."Pengerukan yang dilakukan sedalam 70 centimeter. Panjang kerukan mulai hulu dan hilir sama, sebab pada bagian ujung struktur tanah lebih rendah," jelasnyaSoal bahan bakar, sampai saat ini telah menghabiskan solar 600 liter. Itu bersumber dari petani. Sedangkan alatnya dibantu pemerintah beserta tenaganya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler