Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Jangan melihat isinya, namun lihatlah niatan kami. Kami tulus dan ikhlas memberikan ini sebagai bentuk ketulusan," kata Musthofa.

Usai memberikan sumbangan satu per satu, Bupati menyempatkan diri untuk berbincang bincang dengan mereka. Bupati mengundang mereka untuk datang menemui saat ada waktu ke pendapa, khususnya setiap Selasa. "Kalau ada waktu hari Selasa silakan datang. Kita bisa ngobrol lagi di Pendapa Kudus," jelasnya.

Pantauan di lokasi, upacara diwarnai dengan beberapa peserta yang pingsan. Sebagian besar dari kalangan pelajar. Waktu upacara juga molor dari yang dijadwalkan. Yang seharusnya pukul 07.30 WIB, upacara baru dimulai pukul 09.00 WIB.
Sementara saat upacara, arus lalu lintas di seputaran alun-alun tak steril. Masih ditemukan lalu lalang kendaraan. Musthofa menganggap hal itu mengganggu proses kekhusukan upacara. "Ini itu upacara, keadaan alun-alun harus steril. Tidak boleh ada kendaraan. Jadi saat upacara, alun-alun harus ditutup. Tidak boleh lagi ke depan terulang kembali," ujarnya kesal.Untuk itu, pihaknya meminta kepada Dishubkominfo dan pihak lantas untuk mengaturnya. Yang pasti, keberadaan lalu lintas yang berlalu lalang di alun-alun saat ada upacara dapat mengganggu jalannya acara.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler