Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, kejadian bocornya tanggul diketahui warga, Senin (14/11/2016) malam. Bocor di kawasan tersebut ada di lima titik sepanjang tanggul tersebut. “BPBD sudah mendatangi lokasi. Lokasi bocor berjarak yang tidak terlalu jauh dari lokasi lainnya," katanya kepada MuriaNewsCom,Selasa (15/11/2016).
Dia mengatakan, sebenarnya tanggul sudah berada di jarak puluhan meter dari bibir sungai. Hanya karena tekanan air sungai Gelis yang terlalu kuat, berakibat air meluber. Sebenarnya sungai Gelis memiliki arus yang masih normal sekarang. Namun, karena dapat kiriman arus dari Sungai Wulan, aliran air Sungai Gelis juga bertambah kencang. "Jadi, sentoran dari Wulan sangat tinggi sehingga mengakibatkan Sungai Gelis penuh air. Bahkan air di sini (sekitar tanggul) terlihat tenang dan nampak nyaris tak bergerak," ungkapnya.
Nor Badri, Kades Pasuruhan Lor mengatakan kalau bocornya tanggul disebabkan oleh gangguan tikus. Tikus yang banyak menggerogoti tanggul sehingga banyak lubang di sekitar tanggul. "Banyak yang berlobang karena tikus, kami khawatir juga sampai tanggulnya tidak kuat menahan malahan jebol," katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



