Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan,  kejadian bocornya tanggul diketahui warga, Senin (14/11/2016) malam. Bocor di kawasan tersebut ada di lima titik sepanjang tanggul tersebut. “BPBD sudah mendatangi lokasi. Lokasi bocor berjarak yang tidak terlalu jauh dari lokasi lainnya," katanya kepada MuriaNewsCom,Selasa (15/11/2016).

Dia mengatakan, sebenarnya tanggul sudah berada di jarak puluhan meter dari bibir sungai. Hanya karena tekanan air sungai Gelis yang terlalu kuat, berakibat air meluber. Sebenarnya sungai Gelis memiliki arus yang masih normal sekarang. Namun, karena dapat kiriman arus dari Sungai Wulan, aliran air Sungai Gelis juga bertambah kencang. "Jadi, sentoran dari Wulan sangat tinggi sehingga mengakibatkan Sungai Gelis penuh air. Bahkan air di sini (sekitar tanggul) terlihat tenang dan nampak nyaris tak bergerak," ungkapnya.

Nor Badri, Kades Pasuruhan Lor mengatakan kalau bocornya tanggul disebabkan oleh gangguan tikus. Tikus yang banyak menggerogoti tanggul sehingga banyak lubang di sekitar tanggul. "Banyak yang berlobang karena tikus, kami khawatir juga sampai tanggulnya tidak kuat menahan malahan jebol," katanya.
Dia berharap, penanganan segera dilakukan supaya warga tidak was-was karena bocornya air semakin banyak dan semakin lebar. Bahkan kalau perlu bisa dicor supaya tidak bisa lagi dirusak tikus. "Tanggul ini sejak nenek moyang belum pernah ditangani. Untuk itulah membutuhkan penanganan yang cepat dan  segera mungkin," ungkapnyaDia menjelaskan, sebenarnya sudah sering mengajukan permintaan untuk membenahi. Namun tiap kali mengajukan selalu gagal. Padahal kebocoran tanggul sudah dimulai semenjak 2010 lalu tiap kali musim hujan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler