Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Puskesmas Ngembal Kulon dokter Mustiko Wibowo mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengetahui secara langsung keluhan sejumlah ibu dan balita, di lingkup puskesmasnya. Dengan dihadirkan narasumber yang andal yakni dokter Agustin Faizah, dokter spesial gizi klinik di RSUD. "Narasumber kegiatan talk show merupakan dokter yang berpengalaman dan satu satunya dokter yang berkecimpung masalah gizi di RSUD," katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, di puskemas setempat membawahi beberapa desa di Kecamatan Jati. Meliputi Desa Jepang Pakis, Getas Pejaten, Loram Wetan, Megawon, Ngembal Kulon dan Tumpang Krasak. Keenam desa diundang untuk mengikuti talk show. Jumlah peserta yang ikut mencapai ratusan dengan rincian, ibu yang memiliki balita 100 orang, balita 100 orang, kader desa, serta perwakilan tim PKK yang terdapat di tiap desa.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dinilai pas lantaran dibutuhkan masyarakat. Khususnya ibu yang memiliki balita. Sebab keluhan yang paling banyak adalah tentang gizi anak yang berpengaruh dengan berat badan balita. "Kadang yang diresahkan itu adalah balita yang kurang berat badan, kenapa tidak gemuk-gemuk. Padahal itu banyak faktor yang berpengaruh. Termasuk juga keturunan dan juga gizi makanan," ungkapnya.

Untuk itulah asupan gizi anak sangat dibutuhkan oleh balita. Selain itu juga dibutuhkan cara membuat makanan dengan gizi cukup, agar bayi dan balita mampu tumbuh sehat sesuai dengan usianya. Berdasarkan data yang dimiliki, di lingkup Puskemas Ngembal Kulon tidak ada kasus gizi buruk. Namun untuk kasus kurang gizi cukup banyak, bahkan mencapai angka 104 balita kurang gizi. Hanya, dijelaskan kategori kurang gizi berbagai hal. Termasuk juga balita yang gizinya kurang satu ons juga termasuk kurang gizi. Sehingga jumlahnya cukup banyak.Dr Agustin Faizah mengatakan, asupan gizi menjadi hal yang penting dalam pertumbuhan. Untuk itulah orang tua khsususnya harus mengerti kebutuhan gizi balita agar pertumbuhannya dapat sesuai dengan usia. "Asupan gizi sangat dibutuhkan oleh  balita. Selain itu juga pola makan juga sangat penting dalam hal pertumbuhan," ujarnya.Acara tersebut dibuka oleh perwakilan PKK Kabupaten Sumiyatun.  Perempuan yang juga menjabat Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus itu memberikan banyak pesan kepada ibu yang hadir. Di antaranya adalah menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan asupan gizi terbaik sepeti asi. "Asi baiknya diberikan selama dua tahun. Dalam kesehatan dan agama juga mengajarkan demikain. Dan itu sangat bagus," katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler