Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yuli Kasianto melalui Kabid Pariwisata Dwi Yusi Sasepti mengatakan, lampion yang ditonjolkan nantinya bukanlah pada umumnya yang dijumpai. Namun berbahan akrilik yang lebih bagus karena nyalanya nanti bagus, sepert berlian. "Selain lebih indah dilihat pada malam hari, ini juga lebih awet karena aman dari hujan. Jadi bisa dinikmati dalam waktu yang lebih lama," katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (17/11/2016).
Menurutnya, jumlah lampion dalam taman mencapai 32 buah. Jumlah itu meliputi lampion ukuran kecil dan besar yang dipasang di Taman Krida. Lampion itu juga dibentuk seperti hewan. Misalnya harimau dan lain sebagainya. Selain lampion, pembangunan taman juga dilengkapi dengan tiga buah pohon lampu. Pohon tersebut mirip dengan wisata di Singapura.
Pohon itu berjumlah tiga buah, yang ditempatkan pada bagian dalam satu dan di luar, dua. Hal itu menambah kesan mewah pada wisata malam. "Di dalamnya nanti juga akan penuh dengan kelap-kelip lampu. Lampu tersebut ditaruh di pohon yang dilakukan dengan menghias pohon dengan lampu," ungkapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



