Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ulung Suharto, Ketua Paguyuban Ojek Bakalan Krapyak mengatakan pihaknya cukup lega jika ojek masih diperbolehkan beroperasi. Sebab mereka selama ini sudah bekerja bagus, serta merupakan warga asli wilayah tersebut.

"Silakan ada angkutan wisata atau angkutan apa, asal jangan gusur kami. Lagipula kami juga tidak menganggu angkutan wisata tersebut," katanya kepada MuriaNewsCom.

Paguyuban membawahi 260 tukang ojek di Bakalan Krapyak bukan hal yang mudah. Sebab hampir semuanya merasakan kekhawatiran jika sampai benar-benar tidak boleh beroperasi lagi sebagai tukang ojek.

Pihaknya mengancam kalau sampai mereka digusur, maka akan melakukan aksi penolakan. Aksi tersebut akan dilakukan setelah mereka menuntut penolakan secara langsung dan tertulis. Sehingga jika tidak ada tanggapan, pihaknya akan menggelar aksi.

"Hanya kami juga harus komunikasi lagi dengan anggota. Saya tidak bisa bergerak sendiri untuk hal itu," ujarnya.
Senada juga dikatakan Aris, Ketua Paguyuban Ojek Menara Kudus. Ketua yang memiliki anggota sekitar 500 orang itu menyebutkan kalau tukang ojek dilarang diusir. Dan upaya apapun akan dilakukan guna menertibkan itu semua."Jika tidak diberi kesempatan ya kami akan aksi. Apapun akan dilakukan agar tidak tergusur dari mata pencaharian kami," imbuh dia.Dia juga mengatakan siap bersaing dengan angkutan jika tidak digusur. Lagi pula, dia menyebutkan kalau ojek Hanya bekerja pada malam hari, sedangkan siangnya dibebaskan untuk angkutan wisata."Kami siap bersaing, kalau memang masyarakat memilih angkutan, boleh. Tapi jangan usir kami dari ojek menara ini," imbuhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler