Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas BPESDM Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pembenahan yang dilakukan tidak didirikan bangunan secara utuh. Hal itu menyangkut pembiayaan yang terbatas dari anggaran pemeliharaan secara rutin itu.

"Diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta. Pembangunan tidak dapat dilakukan secara total. Kami hanya akan membongkar bagian atas jembatan, dan mengganti dasaran kayu dengan besi," katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (13/12/2016).

Selain itu, kata Sam'ani, bagian atas jembatan juga bakal dicor beton. Kemudian,  untuk memperkuat dinding jembatan,  tiang jembatan yang retak juga akan dibenahi. Pelaksanaan pembongkaran jembatan, lanjutnya, sudah dimulai Minggu (11/12/2016). Perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, lantaran lokasi yang berada di atas dan juga pembangunan yang tak seluruhnya.

Pembongkaran dilakukan pada separuh jembatan, sedang sisi lain digunakan untuk akses satu- satunya menuju Desa Rahtawu. Akses itu dipakai masyarakat agar tetap bisa lalu lalang.
Jembatan Banyu Semurup memiliki panjang 10 meter, lebar 6 meter dan melintang di atas sungai berkedalaman sekitar 15 meter. Jembatan dibangun sekitar tahun 1970-an , memiliki kondisi di salah satu jalan ujung jembatan  berlubang dengan diameter sekitar 40 cm dan berpotensi semakin melebar. Selain itu salah satu pilar sudah mulai muncul retakan dan bagian lain tergerus air."Kami tak bisa membiarkan kondisi semacam itu berlangsung lama. Sebab kondisinya akan semakin membahayakan jika tak segera ditangani dan dampaknya akan semakin besar," ujarnya.Dengan perbaikan sementara yang dilakukan, akan mampu menambah usia jembatan hingga 10 tahunan. Hal itu dianggap lebih baik, ketimbang jembatan dibiarkan tanpa penanganan.  Sebagaimana diketahui, jembatan Banyu Semurup  alokasikan sekitar Rp 2 miliar melalui APBD 2017. Hanya anggaran tidak bisa disetujui sehingga pembangunan tidak bisa dilakukan. Padahal kini jembatan mulai bolong dan keropos.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler