Konyol, Ini Alasan Warga Kudus Teror Bom Java Mall Semarang
Faisol Hadi
Selasa, 13 Desember 2016 19:00:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Lha wong saya hanya iseng saja kok, karena ketimbang marah-marah, ngamuk, mending saya telepon Java Mall. Lagi pula saya tidak punya niatan buruk sama sekali," katanya kepada MuriaNewsCom di rumahnya, Selasa (13/12/2016).
Awal kekesalannya yaitu saat meminta uang lebih kepada orang tuanya di Semarang. Tapi orang tuanya tidak memberi. Ia mengaku selama ini sebagai pengangguran. Orang tuanya menjatah tiap bulannya sebanyak satu juta rupiah. "Tiga ratus ribu rupiah buat saya, tujuh ratus ribu rupiah buat istri saya," ujar Norman.
Diketahui, Norman merupakan warga Kota Semarang. Norman tinggal di daerah belakang Java Mall.
Dia pindah domisili ke Kudus setelah menikah dengan warga Banget, Kecamatan Kaliwungu.
Sulami (43) istri Norman mengatakan, suaminya memang mengalami gangguan jiwa. Suaminya dulu kerap balapan liar saat masih di Semarang. Norman beberapa kali jatuh, dan kepalanya terbentur.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



