Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pihak desa juga sudah tahu kondisi yang memprihatinkan itu. Hanya, pihak desa bingung, bagaimana langkah yang akan ditempuh dengan bangunan yang nyaris roboh tersebut.

Plt Sekretaris Desa Kaliputu, Erni Jumiati mengatakan, sebenarnya PKD yang berada di sebelah timur balai desa itu sudah memprihatinkan sekitar dua bulan lalu. Bebebepa bagian kayu atap dan plafon juga sudah mulai lapuk, sehingga membahayakan 

"Saat itu tiba-tiba saja ambruk sebagian atapnya. Namun kebetulan atap yang ambruk tidak pas pada bagian yang digunakan untuk pengobatan dan kamar pasien. Lokasi itu sudah kosong," katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (14/12/2016).

Ditambahkan, bangunan PKD milik Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Pihak DKK yang saat itu melakukan pembangunan. Sedangkan lahannya milik pemerintah desa setempat. Hal itulah yang membuat pemdes bingung, untuk merenovasi bangunan tersebut.
"Sebenarnya kami bersedia membenahinya. Paling hanya mengganti atapnya beserta kayu. Namun kami belum tahu, apakah secara aturan diperbolehkan atau tidak. Makanya kami akan konsultasi dan membahas dalam Musyawarah Desa ( Musdes)," ujarnya.Dia menegaskan kalau desa sama sekali tidak punya niatan untuk membiarkannya. Terlebih, beberapa warga juga masih aktif menggunakannya sebagian sarana berobat. Tentang kondisi saat ini, sementara dibiarkan oleh desa.Bagian lantai di bawah atap yang ambrol hanya dikasih ember, guna menampung air hujan jika turun. Meski sebenarnya pihak desa khawatir jika atap ambrol seluruhnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler