Salah satu titik kesemrawutan terjadi di pertigaan Ngembal Kudus. MuriaNewsCom memantau ke lapangan sekitar pukul 10.00 WIB.
Lampu lalu lintas padam karena arus listrik mati. Padamnya arus lalu lintas berakibat laju kendaraan jalur nasional menjadi terganggu. Tak lama kemudian, muncul beberapa pria, yang berniat mengatur arus lalu lintas.
Mereka berdiri di dekat lampu merah di tiap sudut. Mereka mengatur arus lalu lintas agar mobil bergantian berjalan dari tiap arah.
Salah satunya adalah Miskan (42). Dia bersama temannya berinisiatif terjun ke jalan mengatur lalu lintas. Sebelumnya dia melihat kendaraan dari masing-masing arah berhenti di tengah pertigaan. Mereka saling berebut mendahului.
"Lampu lalu lintas mati sejak tadi sekitar jam 09.00 WIB. Hingga kini (sekitar jam 11.15 WIB) belum ada yang mengatur. Jadi kami yang mengaturnya supaya lancar," katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Sabtu (17/12/2016).
Dia mengaku tidak sengaja melakukan aksi itu. "Sebenarnya tidak sengaja, soalnya tadi pas main-main kesini eh kebetulan ada listrik mati. Jadi sekalian saja diatur lalu lintasnya," ujar pria yang mengaku asal Provinsi Jatim itu. Meski melakukan dengan sukarela, namun nampak beberapa kali pengguna jalan memberikan uang kepada mereka sebagai ucapan terima kasih. Wajah sumringah nampak begitu mendapatkan imbalan rupiah seadanya.Aksi ketiga warga itu, juga sukses membuat arus lalu lintas lancar. Sebab terlihat pengguna jalan yang patuh dengan aba-aba dari mereka sehingga kendaraan melintas secara bergantian dari masing-masing arah.Sementara arus lalu lintas di bagian timur justru sangat semrawut. Seperti di perempatan Kerawang dan pertigaan Bulung. Akibat lampu lalu lintas padam, kendaraan saling serobot. Tidak ada petugas polisi di lokasi tersebut.
Editor : Akrom Hazami
Murianews, Kudus – Jalur nasional pantura, merupakan salah satu akses utama dan urat nadi roda perekonomian. Tapi apa jadinya kalau terjadi kesemrawutan akibat lampu lalu lintas padam. Di Kudus, hal itu terjadi pada Sabtu (17/12/2016).
Salah satu titik kesemrawutan terjadi di pertigaan Ngembal Kudus. MuriaNewsCom memantau ke lapangan sekitar pukul 10.00 WIB.
Lampu lalu lintas padam karena arus listrik mati. Padamnya arus lalu lintas berakibat laju kendaraan jalur nasional menjadi terganggu. Tak lama kemudian, muncul beberapa pria, yang berniat mengatur arus lalu lintas.
Mereka berdiri di dekat lampu merah di tiap sudut. Mereka mengatur arus lalu lintas agar mobil bergantian berjalan dari tiap arah.
Salah satunya adalah Miskan (42). Dia bersama temannya berinisiatif terjun ke jalan mengatur lalu lintas. Sebelumnya dia melihat kendaraan dari masing-masing arah berhenti di tengah pertigaan. Mereka saling berebut mendahului.
"Lampu lalu lintas mati sejak tadi sekitar jam 09.00 WIB. Hingga kini (sekitar jam 11.15 WIB) belum ada yang mengatur. Jadi kami yang mengaturnya supaya lancar," katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Sabtu (17/12/2016).
Dia mengaku tidak sengaja melakukan aksi itu. "Sebenarnya tidak sengaja, soalnya tadi pas main-main kesini eh kebetulan ada listrik mati. Jadi sekalian saja diatur lalu lintasnya," ujar pria yang mengaku asal Provinsi Jatim itu.
Meski melakukan dengan sukarela, namun nampak beberapa kali pengguna jalan memberikan uang kepada mereka sebagai ucapan terima kasih. Wajah sumringah nampak begitu mendapatkan imbalan rupiah seadanya.
Aksi ketiga warga itu, juga sukses membuat arus lalu lintas lancar. Sebab terlihat pengguna jalan yang patuh dengan aba-aba dari mereka sehingga kendaraan melintas secara bergantian dari masing-masing arah.
Sementara arus lalu lintas di bagian timur justru sangat semrawut. Seperti di perempatan Kerawang dan pertigaan Bulung. Akibat lampu lalu lintas padam, kendaraan saling serobot. Tidak ada petugas polisi di lokasi tersebut.
Editor : Akrom Hazami