Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Yuli Kasianto melalui Kabid Pariwisata Dwi Yusi Sasepti mengatakan, gerbang tersebut sebenarnya sudah jadi. Hanya tinggal finishing saja, sebelum diresmikan. Sayangnya, uji coba belum bisa dilaksanakan lantaran terkendala listrik.

"Listriknya belum bisa, jadi belum bisa maksimal dinikmati masyarakat. Padahal kalau sudah menyala bisa terlihat sangat bagus dengan lampu menyala warna warni," katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (20/12/2016).

Gerbang tersebut dibuatkan sesuai dengan kriteria desa masing masing, serta desa pilihan. Seperti Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu berbentuk Gebyok Ukir, Desa Terban di Patiayam Kecamatan Jekulo berbentuk Gajah Purba, Desa Wonosoco Kecamatan Undaan berbentuk Wayang Klitik dan Desa Jepang Kecamatan Mejobo berbentuk Bambu.

Untuk anggaran, dia mengatakan, tiap desa yang dibangunkan gerbang menghabiskan kisaran Rp 400 juta. Biaya tersebut diambil dari APBD Perubahan. Akhir tahun ini diharapkan bisa berfungsi. "Ini merupakan perhatian kami kepada rintisan desa Wisata di Kudus. Jika gerbang sudah beres, termasuk listrik, warga desa tinggal mengemas dalamnya saja," ujarnya.

Pengembangan Desa Wisata di Kudus dinilai sangat berpotensi. Direncanakan pada 2017, pemkab bakal mendatangkan tim ahli, dalam bidang pengelolaan desa wisata. "Jadi setelah tampilan luar bagus, maka ke depan tinggal mengolah kembali SDM dan penataan wisatanya. Saya pengen di Kudus ada yang maju dalam bidang desa wisata," harapnya.Seperti misalnya Desa Rahtawu, sebenarnya sudah memiliki potensi alam yang sangat besar. Sehingga tinggal penataan saja, untuk kemudian lebih terlihat menarik lagi dan mampu menyedot pengunjung.Kades Wonosoco, Undaan, Setiyo Budi mengatakan, semenjak pembangunan gerbang wayang di Wonosoco, banyak warga luar wilayah berdatangan. Bentuk wayang yang terdapat di sisi kanan dan kiri, membuat tampilan lebih megah. "Belum jadi saja sudah buat selfie, bahkan tukang sampai marah karena sering terganggu karena buat foto. Sayangnya lampu masih belum menyala," ungkapnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler