Ini Falsafah Jawa yang Kata Bupati Kudus Bisa Dipakai Ilmu Bisnis
Faisol Hadi
Minggu, 25 Desember 2016 13:00:59
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pernah dengar istilah Jawa ”witing tresno jalaran soko kulino”? Ini adalah pepatah yang berarti ”jatuh cinta itu karena sudah terbiasa bareng”. ”Falsafah ini bisa diterapkan saat kita berbisnis. Dan ini memang budaya Jawa yang bermakna mendalam,” jelasnya.
Menurutnya, makna dari falsafah tersebut memang sangat mendalam. Karena dalam berbisnis, harus saling mengenal. Sehingga muncul rasa kepercayaan dan jalinan yang erat. ”Dan juga tidak boleh berputus asa,” tegasnya.
Dimensi-dimensi budaya, menurut bupati, tidak perlu ada yang diragukan lagi. Semua memiliki kekhasan dan karakter tersendiri. Mulai dari budaya Jawa, Sunda, Minang, dan berbagai budaya lain yang ada.
Termasuk falsafah asli Kudus, yakni Gusjigang. Artinya Bagus, Ngaji, dan Dagang. ”Yaitu spirit dengan perilaku bagus, gemar terus belajar, dan berjiwa wurausaha atas dagang. Ini juga sangat bagus sekali. Sehingga bisa jadi referensi bagi siapa saja masyarakat dalam bertindak di kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



