Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, APBD Provinsi selama ini terlalu banyak defisit di bidang pendidikan. Hal itu juga yang mendasari pengelola dialihkan ke provinsi. "Alokasi untuk pendidikan sejumlah 10 persen APBD provinsi, jumlah itu sangat besar untuk kepentingan dunia pendidikan di tingkat provinsi," katanya kepada MuriaNewsCom.

Dengan dana yang besar itu, kata dia, seharusnya mampu untuk gratiskan biaya pendidikan. Hal itu akan mengurangi kekhawatiran warga Kudus, yang selama ini berharap gratis sekolah selama 12 tahun. "Jadi masyarakat Kudus, khususnya orang tua tak usah risau. Sebab anggaran provinsi sangatlah banyak, dan cukup untuk biaya pendidikan," ungkapnya.

Bahkan, tak hanya gratis SPP. Dikatakan juga kalau peningkatan yang dimaksud adalah pelayanan lain, seperti seragam, buku, dan juga kebutuhan siswa lainnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler