Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dia adalah M Faisal Abbas (13), warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati. Selama liburan kali ini, dia berjualan terompet di kompleks GOR Kudus sekitar kantor KONI. Di tepi jalan, dia menunggu pembeli yang datang ke lapaknya. "Memang biasanya juga seperti ini berjualan terompet. Apalagi ini pas akhr tahun jadi bisa jualan. Hitung-hitung dapat membantu orang tua juga," katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut siswa yang duduk di SMP 2 Undaan itu, dalam berjualan tidak kulakan sendiri. Namun orang tuanya yang kulakan terompet dan dia hanya membantu menjualkannya saja. Sementara orang tuanya jualan terompet di lokasi yang tak jauh dari GOR.

Dia mengatakan, sebenarnya ingin juga berlibur seperti teman teman lainnya. Namun dia tak tega melihat keluarganya hidup dengan kondisi pas-pasan. Untuk itulah dia nekat dan tak malu jika harus berjualan terompet. "Ini kan juga halal, bukan barang haram. Selain itu juga mampu membantu orang tua membuat saya senang," ujarnya.

Dalam sehari, penghasilan dari jualan terompet tak bisa dipastikan. Sebab pada tahun ini pembeli terompet tergolong sepi oleh pembeli. Namun, biasanya pembeli akan berdatangan mendekati malam tahun baru dan detik-detik pergantian tahun.
Dalam membuka dagangan, dia jualan mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Khusus malam tahun baru berjualan hingga malam hari. Lokasi yang ramai membuatnya tak takut, terlebih sesekali orang tua juga mengeceknya.Terompet yang dijual juga harganya macam-macam. Harga yang dipatok milai dari Rp 5 ribu, hingga paling mahal berbentuk naga besar seharga Rp 25 ribu. Harga itu dianggap umum. "Biasanya barang dagangan selalu sisa tiap tahun. Jadi harus disimpan dengan rapi dan dapat dijual tahun depan," jelasnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler