Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Yuli Kasianto. Yuli mengatakan, bangunan gedung museum merupakan bangunan yang mudah rusak. Sebab dia melihat struktur tanah di lokasi yang mudah bergerak. Hal itu jelas akan mempengaruhi kondisi bangunan.

"Kami yang akan langsung mengawasinya. Jika ada kerusakan akan langsung diperbaiki. Terlebih masih masa pemeliharaan selama enam bulan sejak selesai dibangun," katanya.

Pantauan dilakukan selama enam bulan atas bangunan museum dan kantor berlantai dua. Selain itu juga pantauan dilakukan atas bangunan talud sepanjang 169,5 meter dan tinggi 5,4 meter. Saat pembangunan talud, kantor dan bangunan untuk restorasi fosil, kata dia, pihaknya telah berpesan kepada pelaksana kegiatan agar memperhatikan kondisi tanah gerak atau labil.

Dengan demikian, maka pekerjaan bangunan dianggap telah menghitung secara cermat termasuk dalam penguatan fondasi. "Kondisi bangunan baru yang sudah ada dapat kami jadikan acuan untuk pengalokasian anggaran dalam kegiatan berikutnya. Kami persiapkan sekarang ini, yaitu pemadatan tanah," ungkapnya

Selain bangunan utama museum dan kelengkapannya, juga akan dibangun berbagai wahana permainan agar pengunjung betah di tempat itu. Museum tersebut nantinya akan dijadikan destinasi wisata edukasi baru andalan, selain wisata religi Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria.Untuk itu, lanjutnya, maka dibutuhkan anggaran yang lebih besar lagi untuk merealisasikan hal itu. Tahun 2017 nanti, kawasan museum itu siap direncanakan pengembangan bangunan fisik senilai Rp 10 miliar.Hal itu dilakukan untuk merealisasikan pembangunan gedung untuk show room (ruang pamer), ruang teater untuk pertunjukan gambar visual benda purbakala, tempat parkir representatif dengan daya tampung 100 mobil, serta pagar pembatas lingkungan."Mudah-mudahan ke depannya di APBD perubahan lagi akan dapat. Sebab alokasinya sangat dibutuhkan untuk perkembagan wisata dan perawatan fosil yang terdapat di Patiayam," ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler