Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bukhori, penduduk Dukuh Slalang, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo mengakui Sungai Logung saat sekarang mengalami pendangkalan. Kondisi sungai sangat berbeda ketimbang beberapa tahun yang lalu.

"Kalau dulu kedalaman bisa mencapai dua meter lebih. Bahkan dulu orang dewasa tenggelam jika melintasi sungai. Namun kini kedalamannya kurang dari setengah meter," katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Selasa (3/1/2016). 

Menurutnya, kekhawatiran warga bukanlah tanpa dasar. Semenjak musim hujan kini, air sudah melimpas sampai luar sungai. Bahkan area makam desa juga sampai terendam air, padahal lokasi jauh di atas sungai.

Hal itu dirasakan berpotensi menimbulkan limpasan ke daerah aliran sungai di sekitarnya. Kondisi tersebut juga berdampak pada pengambilan pasir yang biasa dilakukan sebagian warga. Pendangkalan diduga dikaitkan dengan pembuangan material pembangunan waduk di bantaran sungai. "Semenjak proyek Logung berjalan, sungai mulai mengalami pendangkalan. Bahkan beberapa kali banjir, juga sampai melimpas ke persawahan warga," ujarnya.

Jika sungai dangkal, dikhawatirkan air akan naik ke permukaan. Dan jika terus berjadi pendangkalan maka tak menutup kemungkinan juga mengganggu aktivitas warga, khususnya bagi penambang pasir.
Berdasarkan pantauan, pascaaksi damai di proyek Waduk Logung, Desember lalu, aktivitas di tempat tersebut masih tetap aman dan terkendali. Selain aktivitas proyek, petugas Polsek Jekulo dan Dawe secara bersama-sama melakukan patroli di kawasan tersebut, baik siang, maupun malam hari.Terpisah, juru bicara Forum Komunikasi Korban Waduk Logung (Forkomakembung), Hardjono, menyatakan pihaknya berharap pelaksana kegiatan untuk dapat memantau langsung pengerjaan. "Kami akan bahas dalam pertemuan yang resmi. Rencananya, pertemuan akan dilaksanakan pada 10 Januari mendatang. Kami dan warga akan senang karena bisa menyampaikan aspirasi lagi," ungkap dia. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler