Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan menyebutkan, keempat wilayah rawan longsor tersebut meliputi Kecamatan Gebog, Dawe, Undaan dan Jekulo.

Paling mengancam adalah longsor, dan jika lebih spesifik, Peta paling rawan yaitu Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari (Gebog), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, Cranggang dan Kajar Kecamatan Dawe. Desa- desa tersebut berada di kawasan lereng Pegunungan Muria," katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (7/1/2017).

Sebenarnya total desa yang rawan longsor ada 17 desa. Selain kawasan lereng gunung Muria, wilayah lain yakni kawasan hutan pegunungan Kendeng di Desa Wonosoco Undaan, serta sekitar hutan Patiayam di Desa Terban, Godoharum dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo.
Selain longsor, Kudus juga memiliki wilayah rawan genangan air karena lokasi tanah yang rendah. Totalnya ada sekitar 40 desa dan 39 lahan persawahan rawan banjir dan genangan. Yakni Kecamatan Mejobo, Jekulo, Jati, Undaan dan Kaliwungu.Camat Undaan Kudus Catur Widiyatno mengakui, dari 16 desa di wilayahnya, delapan desa di antaranya rawan banjir, baik terhadap areal persawahan maupun permukiman. "Daerah rawan banjir yaitu Desa Wates, Ngemplak, Undaan Lor, Karangrowo, Larikrejo, Kutuk, Berugenjang dan Wonosoco. Kami harus komunikasi secara intensif dengan melibatkan masyarakat," ujarnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler