Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo mengatakan, pendidikan gratis hingga tingkat SMA sebelumnya masih menjadi andalan daerahnya. Pihaknya khawatir jika nantinya tidak lagi gratis, bisa membuat gejolak. "Harusnya dapat lebih maju lagi dengan pengelolaan provinsi," katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Selasa (10/1/2017).

Dengan adanya pengalihan status pengelolaan, pihak dinas akan menyesuaikan dengan aturan itu. Seperti halnya satu bidang di Pendidikan Menengah (Dikmen) dihapuskan karena sudah tidak fungsi.

Sekarang, kata dia, pada bidang Dikmen per 1 Januari 2017 sudah dihapuskan. Untuk para pegawai disebar, ada yang di bidang pendidikan nonformal informal (PNFI) dan bidang lainnya seperti olahraga dan sebagainya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya fokus pada pengelolaan SD dan SMP, baik swasta dan negeri. Apalagi, sistem informasi pendidikan nusantara (Sipintar) sudah diluncurkan. Harapannya, pendidikan di Kudus semakin maju dan berkualitas.Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan, keluhan tentang orang tua tingkat SMA yang khawatir membayar uang sekolah sudah diterimanya. Untuk itu upaya dilakukan agar tidak ada keluhan dari warga"Namun upaya mengejar sekolah gratis hingga 12 tahun diupayakan, jika tidak bisa bantuan ya kami berikan hibah untuk pendidikan," ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler