Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Afifah ditemui di sekolahnya, Selasa (17/1/2017) mengatakan, peserta yang ikut123 orang. Dari peserta itu, hanya dia yang usianya 15 tahun dan hanya dia pula satu-satunya siswi SMK. Peserta lainnya merupakan perancang busana dan mahasiswa.

"Kalau rata-rata usia yang mengikuti kisaran 20 hingga 30 tahun. Jadi saya yang kebetulan paling muda di antara para peserta lainnya," katanya.

Menurutnya, dalam ajang itu desainer wajib mengirimkan tiga jenis karya berupa ilustrasi. Kemudian dipilihlah 10 finalis. Mereka nantinya harus mewujudkannya dalam bentuk pakaian jadi.

Dia menjelaskan, pakaian ala Jepang karyanya terinspirasi dari sebuah perayaan dari Festival Hanami, sebuah festival melihat bunga sakura di Jepang dengan tempo zaman kuno yang didatangi kalangan elite kerajaan. Dari sanalah ide membuat hasil karya dengan dominan warga biru dan merah muda muncul.

"Saya membutuhkan waktu sampai satu pekan untuk membuatnya. Dan warna biru dan pink saya pilih lantaran terlihat lebih indah dan energik," ujarnya.
Dia mengaku baru kali pertama ikut even. Mulanya dia grogi karena tak punya pengalaman."Berbekal internet maka saya beranikan diri mengikuti perlombaan. Dan kendala memang grogi karena lawannya orang hebat-hebat," jelasnya.Disinggung soal harga karyanya, dia mengaku belum tahu. Sebab dia hanya berniat mengikuti perlombaan saja.Sementara, guru pembimbing Ida Rusmayanti mengatakan, pihak sekolah bangga atas prestasi yang didapat. Karena meski masih duduk jelas X, namun sudah mampu bersaing."Untuk siswa memang perlu sering-sering ikut perlombaan. Jadi tidak hanya sebatas pameran saja. Dengan demikian akan tahu kondisi  lapangan dan pasar," jelasnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler