Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris, mengatakan, bahwa air hujan masih menjadi penyebab rusaknya jalan. Terlebih bila lokasi jalan tak ada saluran airnya. Karena hal itu akan menyebabkan air menggenang di jalanan.

"Kerusakan jalan itu, akibat tingginya curah hujan yang tidak dapat dihindari. Kondisi tersebut dipicu belum adanya saluran air di sekitar akses penghubung. Jadi genangan air mengakibatkan jalanan berlubang," kata Sam’ani ditemui di Kudus, Rabu (18/1/2017).
Hasan, warga Prambatan Kidul Kaliwungu menuturkan di antara jalan yang belum punya salura air adalah jalan Kudus-Jepara. Jadi jangan heran jika permukaan jalan itu kerap digenangi air saat hujan."Jadinya jalan penuh air, dan pasti saat musim hujan banyak jalan berlubang. Seperti daerah Mijen atau sekitar terminal Jetak," ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler