Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan oleh Direktur PDAM Kudus Ahmadi Safa. Dia menjawab persoalan pelanggan yakni dengan memasang alat yang disebut Variable Speed, di tiga jaringan miliknya. "Alat itu berfungsi mengendalikan tekanan air, jika pengguna banyak, maka alat akan mengucurkan air dengan banyak. Tapi kalau sedikit, maka air juga mengalir sedikit. Jadi menyesuaikan kebutuhan air," katanya kepada MuriaNewsCom  di Kudus, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya, alat tersebut cocok digunakan untuk daerah dataran tinggi atau kawasan yang bergelombang. Sebab daerah itu membutuhkan dorongan yang kuat agar air mampu sampai ke pelanggan dengan baik.

Untuk itulah dipilih tiga lokasi pemasangan alat, yakni kawasan Terban Jekulo, kawasan Dawe serta Desa Glagahwaru Undaan. Ketiga lokasi membutuhkan perlakuan lebih dalam pendistribusian air bersih.
Dikatakan Ahmadi, satu unit Variable Speed seharga Rp 50 juta. Jumlah yang dikeluarkan dianggap tak masalah lantaran kenyamanan pelanggan menjadi hal yang diutamakan. Dikatakan, alat tersebut masih dalam uji coba. Jika nantinya dianggap bagus, maka PDAM akan menambahnya sesuai kebutuhan."Dulu pipa kami sering pecah. Sebab kencangnya aliran air tak sebanding dengan penggunaan air. Namun saat pengguna banyak juga pernah aliran biasa saja. Untuk itulah dibutuhkan alat tersebut," ungkap dia.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler