Detik-Detik Mengerikan Korban Banjir Bandang Wonosoco Kudus Terseret Arus
Faisol Hadi
Jumat, 20 Januari 2017 21:18:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pengakuan rekan korban Zuwanatus Rhasyidah (15) warga Glagah Waru, saat itu korban bersama lima orang teman. Salah satunya adalah Rhasyidah. Kepada MuriaNewsCom di lokasi, Rhasyidah menceritakan peristiwa itu. Tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB, mereka berenam dengan empat motor berboncengan tiba di Desa Wonosoco. Desa itu merupakan desa wisata yang mempunyai pemandangan indah.
Baca juga : Banjir Bandang Wonosoco, Satu Orang Hilang Terseret Arus
Karena lelah, mereka duduk tak jauh dari Tourist Information Center (TIC) Desa Wonosoco. Mereka duduk di bawah pohon. Lokasi mereka berada di dataran rendah dengan dikelilingi perbukitan. Tiba-tiba saja, gemuruh air terdengar memekakkan telinga. Suara itu makin dekat. Dari dataran tinggi dekat mereka duduk. Air bah datang. Kepanikan mereka rasakan. Sebagian besar dari mereka sontak melarikan diri guna menyelamatkan nyawa masing-masing.
Korban bukannya ikut mereka menyelamatkan diri, tapi malah menyelamatkan sepeda motornya, Yamaha Mio. "Raksah ngurusi motor. Penting kowe slamet (Tidak usah mengurus sepeda motor. Yang penting kamu selamat)," kata Rhasyidah menirukan seruan teman-teman saat melihat korban dekati sepeda motornya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



