Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Penganten KPH Purwodadi, Ridho Haryanto mengatakan, dari luasan 2.334,3 hektare hutan di area BKPH Penganten, 70 persen di antaranya gundul."Sebagian habis karena pembalakan liar dengan jumlah besar-besaran. Sedangkan sebagian lainnya alih fungsi menjadi lahan pertanian semusim. Dan itu yang paling banyak adalah tanaman semusim," katanya di Kudus, Selasa (24/1/2017).
Menurutnya, saat ini kondisi pegunungan masih memprihatinkan. Banyaknya tanaman semusim jenis jagung, menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi Jumat (20/1/2017) lalu. Sebab, tanaman jagung tak kuat menahan air sehingga air langsung turun dengan cepat. Sebenarnya pengawasan dan patroli sudah sering dilakukan petugas. Namun dengan jumlah petugas yang kurang dari 20 orang, membuat mereka kewalahan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



