Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Asisten Perhutani (Asper) BKPH Penganten KPH Purwodadi, Ridho Haryanto mengatakan, dari luasan 2.334,3 hektare hutan di area BKPH Penganten, 70 persen di antaranya gundul."Sebagian habis karena pembalakan liar dengan jumlah besar-besaran. Sedangkan sebagian lainnya alih fungsi menjadi lahan pertanian semusim. Dan itu yang paling banyak adalah tanaman semusim," katanya di Kudus, Selasa (24/1/2017).

Menurutnya, saat ini kondisi pegunungan masih memprihatinkan. Banyaknya tanaman semusim jenis jagung, menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi Jumat (20/1/2017) lalu. Sebab, tanaman jagung tak kuat menahan air sehingga air langsung turun dengan cepat. Sebenarnya pengawasan dan patroli sudah sering dilakukan petugas. Namun dengan jumlah petugas yang kurang dari 20 orang, membuat mereka kewalahan.

Apalagi mengingat jumlah luasan hutan. Karena itu dibutuhkan kesadaran masyarakat dan bantuan pihak terkait lainnya."Kalau masyarakat Kudus khususnya Wonosoco dan sekitarnya sudah bagus. Kami berharap bantuan dari wilayah lainnya, sebab dari jumlah hutan terdapat 365,2 hektare yang merupakan kawasan hutan lindung dan selebihnya hutan produksi," ujarnya.Tentang pembalakan liar, dia menyebutkan sudah tidak dijumpai selama beberapa bulan terakhir. Hal itu dianggap wajar, karena hutan sudah habis ditebang oleh pembalak. Sementara bekas pembalakan menjadi pertanian semusim.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler