Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dishub Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya mengeluarkan wacana tersebut usai berpikir keras mencari solusi kemacetan. Sebab, pihaknya menyatakan jika bus peziarah merupakan salah satu pemicu kemacetan.

"Jadi bus saja sudah penuh jalannya. Makanya kita buat rencana penanganannya yaitu dengan cara peziarah turun di terminal yang ditentukan. Kemudian mereka ganti naik angkutan khusus," kata Didik di tempat kerjanya kepada MuriaNewsCom, Senin (30/1/2017). 

Cara tersebut merupakan hal terbaik saat ini. Dengan demikian, maka jalan akan longgar. Bahkan saat antarkendaraan simpangan, maka ruas jalan yang ada tidak sempit. "Saya berpikir banyak hal tentang rekayasa tersebut. Dan hasilnya memang cara tersebutlah yang terbaik saat ini," ungkapnya.

Dengan mengubah tata kelola transportasi itu,  dia yakin akan muncul gejolak dari berbagai pihak. Namun itu dianggap tak lama. Lantaran cara yang ditempuh lebih pas. Hanya, bagi peziarah nantinya bakal mengeluarkan uang yang lebih banyak dengan adanya ongkos angkutan.  "Namun keselamatan jelas lebih penting ketimbang lainnya. Untuk itu angkot nanti juga bakal diseleksi dan dipilih yang memang benar-benar bagus," ungkapnya.Saat ini ongkos transportasi angkutan belum dibahas. Karena ini masih sebatas wacana. Pihaknya mengupayakan itu akan tuntas tahun ini. Terkait jumlah angkot, sekitar seribu unit bisa dimanfaatkan. Angkutan umum tersebut merupakan angkutan segala trayek di Kudus. Dengan jumlah yang banyak, kebutuhan transportasi bisa terpenuhi untuk peziarah Sunan Muria.Di kawasan Muria, angkutan umum yang bisa tertampung di terminal setempat bisa mencapai ratusan. Sedangkan kalau bis hanya mampu menampung 70 unit saja. Sebenarnya ada cara lain pemecahan masalah kemacetan yang muncul. Diantaranya adalah dengan membuat terminal yang tak jauh dari kawasan Colo. Lokasi yang dibidik adalah kawasan Kajar. Cara lainnya adalah memperluas area jalan. Hal itu dianggap sangat susah karena luasan jalan yang sudah mentok untuk dilebarkan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler