Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sofian Hadi, dari Namira Tour mengatakan, wacana kebijakan tersebut mampu mematikan wisata Colo. Karena, pengunjung bakalan malas lantaran terlalu ribet angkutan umumnya, serta banyak mengeluarkan biaya. "Hal itu bisa mengurangi hingga 30 persen jumlah wisatawan. Dan itu sangat berpengaruh kepada kelangsungan pariwisata di kawasan atas atau Colo," katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Kamis (2/2/2017).
Menurutnya, jika sampai larangan dilaksanakan, maka kemungkinan yang terjadi dua hal. Yaitu tidak ke Colo atau meninggalkan Colo saat berwisata. Aatau bagi peziarah hanya akan berziarah ke makam Sunan Kudus saja. "Padahal kan ziarah wisata tak hanya ke makam saja. Tapi juga perjalanan dan sampai dengan pemandangan wialayahnya," ujarnya.
Dia menyayangkan jika kebijakan sampai terjadi. Karena di Kudus punya dua makam wali yang banyak menyedot peziarah. Jika satu saja tak dikunjungi maka pemasukanya jelas berkurang. Menurutnya, pemerintah harusnya mempromosikan lebih gencar wisata, bukan malah membuat aturan yang mempersulit pengunjung untuk datang ke kawasan Muria. "Kalau bisa malah dibuat satu jalur untuk bus jika memang alasannya penuh. Jadi naiknya lewat mana dan turun lewat mana. Itu mungkin lebih pas," jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



