Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti halnya diungkapkan M Rizki, siswa SMA di Kudus. Dia rela menerobos banjir dengan jalan kaki dari desanya hingga jalan raya. Dia tak mau absen meski kondisi tak memungkinkan. "Kalau jalan kaki masih aman, jadi tetap lanjutkan sekolah. Sedangkan kalau pakai motor belum tentu aman, tergantung jenis motor dan yang mengendarai," kata Rizki, di lokasi, Rabu (8/2/2017).

Waluyo, warga setempat juga menerjang banjir agar tetap bisa berangkat sekolah. "Iya masih sekolah, masih bisa lewat kok, jadi ya masuk sekolah saja," ucapnya sambil jalan.

Berdasarkan pantauan, para siswa yang menerobos banjir tak semuanya jalan kaki, ada yang mengendarai sepeda motor dan sepeda. Beberapa siswa membawa pakaian ganti. Serta ada yang membungkus pakaian seragam dan sepatunya  supaya tak basah.
Ada juga orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Sundup, misalnya. Dia mengantarkan anaknya ke sekolah. Sebab dia merasa kasihan jika anaknya harus jalan kaki dalam kondisi banjir.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News