Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Pada panen kali ini kualitas bagus. Tapi karena tak ada panas maka susah untuk menjemur padi. Jadi harganya anjlok," kata Haryono.

Pada saat awal panen raya sebelum akhir Januari lalu, harga gabah masih mencapai kisaran Rp 3.600 per kilogram. Harga lalu merosot ke angka Rp 3.000 per kilogram. Dan kini anjlok hingga Rp 2.000 per kilogram.

Kondisi makin buruk yakni dengan banyak tengkulak atau penebas yang tidak bersedia membeli. Alasannya, saat ini panen berlangsung secara serentak sehingga untuk penggilingan beras sudah penuh.

Di samping itu juga, petani kesulitan dalam melakukan penjemuran gabah karena tidak adanya panas. Sementara jika terus dibiarkan, gabah akan rusak dan tumbuh menjadi benih. Petani yang sewa lahan malahan makin terpukul.  Untuk biaya sewa lahan per bahu saja, petani harus mengeluarkan dana antara Rp 16 juta hingga Rp 18 juta, serta biaya pengolahan lahan sekitar Rp 5 juta.  Kades Undaan Lor Edy Pranoto mengatakan harga jual gabah saat ini memang kurang bagus. Sejumlah petani terpaksa harus memanen padinya lebih awal. Sebab jika dibiarkan, padi akan membusuk. "Di Desa Undaan Lor, saat ini terdapat 425 hektare tanaman padi. Sebagian mulai dipanen, dan sebagian lainnya kondisinya tergenang air. Jadi kondisi memperihatinkan," kata Edy.Yusrul, warga Kaliwungu Kudus mengatakan, harga padi anjlok, dan bahkan jarang penebas yang mau membeli. Hal itu menyulitkan petani karena pasti merugi.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler