Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto mengatakan, pihaknya mencatat sedikitnya terdapat 1.080 Ha padi yang terendam air. Lahan itu menyebar di sembilan kecamatan di Kudus.

Rinciannya, lahan di 29 desa tersebar di lima kecamatan. Masing- masing di Kecamatan Undaan ada 377 Ha di 12 desa, di Kecamatatan Jati 142 Ha di 5 desa, Mejobo 301 Ha di 7 desa, Jekulo 199 Ha di 2 desa, dan Kecamatan Kaliwungu seluas 61 Ha di tiga desa.

Di Kecamatan Jati, dari lima desa yang sawahnya terendam, paling luas berada di Desa Jetiskapuan dan Pasuruan Kidul, masing- masing 60 Ha dan 55 Ha.  Di Mejobo, genangan terjadi di Desa Kesambi, Kirig, Jojo, Mejobo, Payaman, Gulang dan Temulus. Di Kecamatan Jekulo ada di Bulungcangkring dan Bulung Kulon. Sementara di Kecamatan Kaliwungu ada di Garung Kidul, Banget dan Setrokalangan.

Di Kecamatan Undaan, ada 12 desa yang lahannya terendam. “Tapi paling parah di Desa Wonosoco sekitar 100 Ha dan Ngemplak 70 Ha. Sedangkan sisanya yang terendam luasnya bervariasi,” kata Catur di Kudus, Jumat (17/2/2017).Dari total yang terendam, sejauh ini memang 137 Ha tanaman padi yang dipastikan puso. Hal itu disebabkan usianya antara 55 hari hingga 85 hari. Serta lama terendamnya lebih dari sepuluh hari.Sebagai daerah yang lahannya juga mengalami puso, Camat Undaan Catur Widiyanto tak bisa berbuat banyak. Bahkan dirinya juga mendapat kabar ada petani wilayahnya yang sampai tiga kali musim tanam, alami gagal panen.  "Ada yang sampai tiga kali tanam, yaitu di Desa Wonosoco, tapi tidak bisa panen karena tanamannya mati terendam air,” katanya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler