Kaki Korban Banjir Jatiwetan Kudus Ini Gatal dan Melepuh
Faisol Hadi
Selasa, 21 Februari 2017 21:00:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal ini dialami Suparmi (55), dan anak-anaknya. Rumah mereka terendam banjir. Mereka memilih berada di rumah, ketimbang di tempat pengungsian. Akibatnya mau tak mau, mereka harus melintasi bagian lantai rumah yang terendam banjir."Kaki seperti melepuh. Rasanya gatal sekali, saar habis kena air. Selain itu juga ada bagian kaki berwarna merah," kata Suparmi ditemui di lokasi banjir desa itu, Selasa (21/2/2017).
Petugas kesehatan telah memeriksa penyakit gatal warga. Mereka kerap melakukan pemeriksaan kepada warga. Tidak hanya kesehatan, korban banjir juga mendapatkan bantuan logistik, meski tak setiap hari. Warga lain yang memilih bertahan di rumah saat banjir terjadi adalah Sudiman (70). Kakek ini mengaku tak ingin jauh dari rumah.
"Sudah dari kecil di rumah, jadi kondisi apapun kalau bisa, berada di rumah. Apalagi hanya banjir yang tidak terlalu tinggi,” ucap Sudirman.
Sebelumnya rumah milik Sudirman terendam hingga lutut orang dewasa, beberapa hari lalu. Kini, banjir sudah surut. Camat Jati Andreas Wahyu mengatakan, pihaknya memantau para pengungsi yang sudah pulang ke rumah. Meski sudah pulang, namun beberapa tempat masih tergenang air.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



