Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Sumiyatun menuturkan ada beberapa hambatan. Seperti sulitnya menjaga kebersihan pasar. Salah satunya Pasar Bitingan.

"Di sana (Pasar Bitingan) adalah tempat bongkar muat barang. Untuk itu kebersihan cukup susah, dan itu menjadi wewenang pihak dinas yang terkait. Tapi kordinasi juga kami lakukan," kata Sumiyatun di Kudus, Jumat (24/2/2017).

Selain itu, ada juga masalah kebersihan sungai. Hingga saat ini, masih ada warga yang rajin membuang sampah di sungai. Padahal dampaknya adalah bencana banjir, dan lingkungan jadi kumuh.

Kawasan pinggiran kota juga kurang dipedulikan. Sampai sekarang, wilayah yang kerap diperhatikan hanya wilayah pusat kota. Untuk mengatasi hal itu semua, pihaknya menangani dengan cara yang tidak biasa."Kami buat lomba desa. Lomba ini dilakukan untuk menciptakan kebersihan dan keindahan di tingkat desa. Dan itu juga sudah berjalan," ungkap dia.Sementara itu, di antara lokasi penilaian adalah TPA. Loaksi itu menjadi tempat yang paling banyak mendapatkan nilai. Dari sekian aspek, khusus TPA menduduki penilaian hingga 11 persen. Untuk itu, penataan terus dilakukan di kawasan TPA.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler