Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Siswa MA NU Al-Hidayah, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog itu tak mampu mengungkapkan rasa harunya. Dia membeberkan rahasianya jadi juara. Yakni menanamkan dalam diri soal keyakinannya jadi juara. Tepatnya sejak dia mengikuti lomba.

"Senang sekali dapat memenangkan pertandingan itu. Ini merupakan hal yang saya inginkan selama ini, yakni dapat keluar sebagai juara," kata Roifhatul di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Sabtu (25/2/2017)

Kemenangan tersebut dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, dan juga kepada madrasah. Menurutnya, selama pertandingan, dia melakoni beberapa permainan.

Dari sekian pertandingan yang dijalankan, paling berat dirasakan saat pertandingan final, melawan MA NU Mualimat Kudus. Dia mengakui kepandaian lawan dalam catur. Pada partai final, pertandingan harus diulang dari awal lagi karena hasilnya remis di pertandingan awal.

"Di pertandingan final sangat lama, bahkan awalnya remis. Tapi setelah diulang kembali, Alhamdulillah saya  akhirnya menang meskipun berat dan lama," ujarnya.
Bagi siswi asli Getassrabi itu, menjadi juara catur juga pernah diraih sebelumnya. Bedanya, pada waktu itu skalanya tingka kecamatan. Yaitu di Kecamatan Gebog saja.  "Kalau dulu waktu MI pernah ikut lomba catur, tapi hanya tingkat kecamatan dan menang, tingkat kabupaten kalah. Lalu coba lagi saat MTs, tapi hanya masuk harapan pertama di tingkat kabupaten," ungkap dia.Roifhatul mengaku juga dalam memenangkan pertandingan juga melakukan ikhtiar lahir batin. Di antaranya juga diberi doa khusus oleh kiai sekolah. "Jadi selama lomba berlangsung harus terus dibaca doanya. Dan Alhamdulillah bisa menang dan sama sekali tidak mengganggu konsentrasi saya saat ikut lomba," pungkasnya.Menurutnya, tak hanya dari madrasah saja, doa juga diajarkan oleh pamannya. Dia juga melatih kemampuan bermain catur semenjak masih duduk di bangku MI kelas 5.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler