Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Melihat tanggul jebol, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama sejumlah tim melakukan kegiatan darurat berupa penambalan tanggul. Tanggul ditambal hanya dengan menggunakan sak, yang diisi dengan tanah uruk.

"Ini merupakan bentuk penanganan darurat yang kami lakukan. Karena menjadi wewenang provinsi, maka kami sifatnya penanganan sementara saja," kata Kepala BPBD Kudus Bergac C Penanggungan di kota setempat, Senin (27/2/2017).

Penambalan dengan sak bukanlah hal yang mudah. Karena tim juga membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk menambal meskipun jumlahnya banyak. Tim tersebut meliputi dari relawan, BPBD, polres dan Kodim 0722 Kudus.

Waktu penambalan dilakukan selama setengah hari mulai dari pagi sekitar jam 08.00 WIB hingga sekitar pukul12.00 WIB. Waktu yang cukup lama itu lantaran tanggul yang jebol banyak. Selain itu juga aliran menghalangi penambalan tanggul.
"Kami ada ratusan sak untuk menambal. Sak kami ambil dari BPBD untuk menangani bencana. Meski hanya sak namun cukup membantu dalam menanggulangi tanggul yang ambrol," ungkapnya.Di sepanjang bantaran sungai itu, pihak BPBD memang sangat mewaspadai akan adanya tànggul yang jebol. Selain kondisi tanggul memang sudah tua.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler