Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu dikatakan Yuli Kasianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus. Dia mengatakan, dibukanya selama sepekan tiap malam, disebabkan atas keinginan masyarakat. Mereka ingin menikmati kemegahan wisata malam.

"Sudah sejak pekan pertama di Februari lalu dibuka selama tujuh malam. Dan pengunjungnya cukup banyak meskipun bukan waktu liburan atau weekend," kata Yuli kepada MuriaNewsCom di Kudus, Rabu (1/3/2017).

Menurutnya, rata-rata pengunjung tiap hari yang datang sekitar 200 pengunjung. Jumlah tersebut bervariatif dengan kondisi cuaca yang cerah atau hujan. Jika cuaca mendukung, maka jumlah pengunjung bisa lebih dari itu.

Meski begitu, pemkab khawatir jika nanti masyarakat menjadi jenuh, sehingga tidak lagi mengunjungi Taman Lampion akrilik. "Evaluasi jelas akan dilakukan, apakah bakal lanjut membuka selama sepekan utuh ataukah kembali ke awal. Selain khawatir jenuh, pemeliharaan juga harus dibutuhkan dalam waktu lainnya," ungkapnya.Sebelumnya, Taman Lampion hanya dibuka tiga malam selama satu pekan. Jadwalnya, yaitu mulai Jumat hingga Minggu malam.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler