Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto mengatakan, korsleting pada Taman Lampion ada di satu titik, yaitu pada pohon lampu ukuran jumbo. Saat itu hujan sangat deras dan tiba-tiba lampu mati karena korsleting.

"Kami sudah memanggil rekanan yang membuat Taman Lampion, dan langsung diperbaiki oleh rekanan. Jadi tidak lama lagi Taman Lampion kembali seperti semula saat tak ada kerusakan akibat korsleting," kata Yuli kepada MuriaNewsCom di Kudus, Rabu (1/3/2017).

Menurutnya, perawatan garansi Taman Lampion mencapai waktu enam bulan lamanya. Dan waktu sekarang masih dalam waktu garansi, sehingga pembenahan juga menjadi tanggung jawab pihak rekanan. Hingga kini, yang masih dirasa kurang dalam Taman Lampion adalah petugas khusus yang menangani. Namun karena terkendala anggaran, penambahan petugas khusus Taman Lampion belum terealisasi.
Mengenai tarif, kata Yuli masih digratiskan. Karena, perda tentang tarif Taman Lampion masih belum disahkan sehingga belum bisa dikenakan tarif untuk masuknya. Rencananya, setelah tarif baru disahkan maka akan dikenakan tiket khusus.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler