Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bupati melihat, buku tersebut diangap sebagai konten yang apik. Di dalam buku itu merupakan rekaman budaya dan tradisi yang terdapat di Kudus. Menurutnya, buku itu patut dijadikan sebuah cindera mata bagi warga Kudus maupun luar daerah.

"Saya melihat potensi besar dalam buku ini. Misalnya saja dalam kegiatan Sewu Kupat di Colo. Buku ini bisa menjadi cindera mata bagi para pengunjung nanti," kata dia saat memaparkan materi bedah buku di STAIN Kudus, Kamis (2/3/2017).

Bupati menceritakan, Sewu Kupat dibuat saat dia menjadi bupati. Saat itu, dia melihat acara Kupatan hanya dilaksanakan di Bulusan saja. Padahal, potensi lain tempat juga ada, sehingga dibuatlah acara Sewu Kupat.
"Dalam buku juga menjelaskan tentang  tradisi Kudus. Insya Allah semuanya pernah saya datangi, seperti Ampyang Maulid di Loram, kirab Tebokan di Kaliputu dan budaya lain di Kudus," ujarnya Tentang sampul buku, bupati juga menyinggung kalau itu sangat menjual.  Dengan bentuk gambar tumpeng yang melambangkan Jawa, kata dia,  itu amat pas dengan materi buku. Pemateri lain dalam bedah buku, adalah Saekhan. Dia menjelaskan kalau buku itu merupakan karya mahasiswa STAIN Kudus.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler