Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Saya ingatkan anak saya untuk belajar. Jangan main-main terus, jangan main gitar, tapi gak didengar. Saat itu sekitar jam 18.30 WIB, 16 Februari saya mencari-cari dia sudah tak ada di rumah. Lha pada jam 20.00 WIB dia pulang dan malah bawa gitar lagi," kata Sukini di Kudus, Kamis (9/3/2017).

BacaTEGA, ABG Laporkan Ibu Kandungnya ke Polisi di Kudus

Melihat hal itu, dia hendak merebut gitar karena sebelumnya sudah diperingatkan tidak boleh pulang bawa gitar. Saat direbut itulah anaknya malah berkata kotor. Seketika ibu memukul pundak sang anak.

Aksi ibu dilakukan karena sebagai bentuk sayang dan peduli. Mengingat anaknya telah memasuki kelas 12 SMA. Yang mana sebentara lagi akan mengikuti ujian nasional.
Selama ini, anaknya memang sering keluyuran. Bahkan saat pulang sekolah, langsung pergi dan tidak tahu kemana. Tak hanya itu, saat malam juga sering tongkrong bersama dengan teman-temannya. Ibunya khawatir jika terus menerus keluyuran maka anaknya tidak lulus sekolah. Tapi aksi pukul pundak yang dilakukan ibu malah dilaporkan anak ke polisi. "Saya sudah pesan kepada gurunya, agar anak saya diperhatikan. Jangan sampai anak saya mentalnya down sehingga tidak konsentrasi menghadapi ujian nanti," jelasnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler