Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ironisnya lagi, soal tersebar melalui pesan di WhatsApp (WA). Beberapa sekolah juga menerima pesan tersebut. Salah satunya SMAN 1 Kudus.

Kepala SMA 1 Kudus Shodiqun mengatakan, bahwa USBN tahun ini sangat rawan dengan soal bocor. Karena pihak sekolah menerima soal dalam bentuk softcopy CD, bukan dengan bentuk hardcopy seperti ujian biasanya.

"Pada tahun ini kami mendapatkan bentuk soft, yaitu di CD. CD tersebut kami dapatkan akhir pekan lalu, dan diminta untuk menggandakan sendiri atau di-print," kata Shodiqun di Kudus, Senin.

Menurutnya, dengan sekolah menerima soal bentuk CD, maka tak menutup kemungkinan materi akan bocor. Apalagi soal dalam bentuk softcopy yang mana sangat mudah untuk disebarkan cukup dengan ponsel.

Dia menjelaskan, untuk kepala sekolah sudah membuat kesepakatan mencetak secara bersama-sama. Yaitu, dibagi untuk SMA dan juga SMK. Dengan pencetakan yang serempak itu, dianggap lebih murah biayanya dan dapat ditanggung bersama-sama."Kalau dulu kan kami menerima dalam bentuk hardcopy, jadi sudah di kertas. Namun sekarang sudah dikelola provinsi, jadi ikut aturan di sana," ungkapnya.Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo menyebutkan tidak tahu tentang adanya kabar tersebut. Dia malah kaget saat ditanya MuriaNewsCom terkait hal tersebut. "Masa ada seperti itu? mungkin itu perbuatan orang yang iseng-iseng saja," jawabannya singkat.Hanya, dia tak bisa bertindak lebih untuk menelusurinya. Karena, sekarang wewenang untuk SMA dan SMK tak lagi di kabupaten. Melainkan sudah di provinsi.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler