Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bapelitbangda Kudus Djatmiko, mengatakan jumlah alat yang diberikan kepada tiap pasar satu set. Artinya, jika ada 26 pasar di Kudus, maka jumlah alat yang diberikan sama dengan jumlah pasar ada.

"Alat ini kami dapat dari Nutrition International Indonesia. Alat ini langsung diberikan kepada petugas pasar, melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.  Mereka juga yang memberikan pelatihan kepada para kepala pasar,"  katanya usai kegiatan pelatihan uji garam yodium di aula tersebut.

Menurutnya, alat tersebut dinamakannya Mini Lab. Dengan alat tersebut, maka garam yang masuk ke pasar bisa lebih terfilter. Praktis, jika garam tak memiliki kadar yodium atau kadarnya berkurang, maka tidak bisa masuk. Sebelumnya, lanjut dia, pernah dilakukan pemeriksaan terhadap garam yang kandungan yodium tinggi."Kalau kadar garam yang sesuai adalah 30 PPM. Itupun yang sudah masuk dalam masakan. Sedang di lapangkan banyak ditemukan yang di bawahnya, belum lagi yang basah sehingga menyebabkan pengurangan kadarnya," ungkap dia.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler