Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepada MuriaNewsCom, di rumahnya, Jumat (14/4/2017), Rohmawati membuka percakapan. Usaha tersebut dilakukannya sejak lima tahun silam. Dia mengaku mendapatkan pengetahuan dengan belajar dari Youtube. Mulai dari bagaimana pengelolaan limbah kertas semen dan sejenisnya. "Setelah menonton, akhirnya coba-coba buat. Saat itu beberapa kali gagal, namun karena penasaran akhirnya mencoba lagi dan akhirnya berhasil membuatnya," kata Rohmawati.

Saat ini, dia mampu memproduksi tas berbahan limbah kertas semen sampai 50 buah. Kadang lebih dari itu. Tapi semua itu tergantung dari ketersediaan kertas limbah. Sering kali dalam memproduksi, dirinya kerap mengalami kendala berupa kurangnya bahan baku limbah kertas.

Dia juga merasakan kendala lain yang kerap muncul. Yaitu persoalan kurangnya tenaga kerja. Tidak heran jika semua produksi diselesaikannya sendiri. Untuk satu buah tas, dia banderol dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Tergantung model tas serta kerumitannya. Sedangkan untuk bajunya, dia masih bingung untuk menentukan harganya. “Masih bingung berapa harga bajunya,” ujarnya.
Cara memasarkan sejauh ini adalah dengan aktif mengikuti pameran. Cara promosi tersebut cukup efektif dan membuahkan hasil. Pascapameran, biasanya pesanan mulai berdatangan.Camat Dawe Eko Budi mengaku bangga dengan potensi warganya. Pihaknya siap memfasilitasi warganya supaya usaha yang digelutinya bisa berkembang lagi. “Apalagi usaha tersebut jenis daur ulang limbah,” ujarnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler