Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Itu diminta agar masyarakat atau peziarah terhindar dari nakalnya juru parkir liar. Jika peziarah mampu melakukan sesuai aturan, maka dipastikan tak ada lagi masyarakat yang terkemplang biaya parkir yang tak sesuai.

"Kami sudah menyiapkan lokasi parkir, kami juga sudah ada aturan parkir wisata. Dan sebenarnya di kawasan Menara Kudus itu bukan tempat parkir. Kami sudah memasang rambu larangan parkir di sepanjang jalan sana," kata Didik di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, sesuai aturan, parkir di terminal wisata ditarif Rp 7,5 ribu untuk minibus. Sementara untuk kendaraan besar sebesar Rp 10 ribu. Dia meminta kepada peziarah agar tak lupa untuk meminta karcis kepada petugas saat parkir.

Jika peziarah patuh, tak ada lagi kabar yang resah lantaran ditarik mahal oleh juru parkir. Karena adanya peziarah yang parkir di kawasan Menara sebenarnya sudah menyalahi aturan. Selain tempat terlarang, lokasi tersebut hanya diperbolehkan untuk parkir warga setempat dan juga pembeli di kawasan Menara.

Jika yang parkir adalah pembeli dan bukan di wilayah larangan, yang dikenakan adalah parkir jalan umum  dengan tarif parkir khusus, perda no 7 tahun 2011. Sepeda motor Rp 1000, pikap sedan dan sejenisnya Rp 1.500,  minibus Rp 2.000; dan bus serta truk sejenisnya Rp 4.000. 

Mengenai keberadaan juru parkir dadakan, kata dia, memang cukup banyak dan meresahkan masyarakat. Keberadaan mereka itu sulit dihindari, terlebih saat mendekati puasa yang merupakan momen ziarah kebanyakan muslim."Sebenarnya kami juga sudah menyiagakan petugas untuk mengatur di sana. Hanya Petugas kami tak bisa memantau selama 24 jam lamanya. Jadi pasti ada lenggangnya terlebih saat ramai," ungkapnya.Dia meminta peziarah mampu diajak kerja sama dengan parkir di tempat yang disediakan. Karena, peziarah yang mampu membantu memberantas keberadaan parkir liar. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler