Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Rahtawu Sugiyono, mengatakan jika sebenarnya daerah yang terkena longsor ada sembilan titik. Enam di antaranya sedang dalam penanganan. Sementara tiga lainnya masih penanganan darurat.

"Dipilihnya enam titik karena longsor lebih parah ketimbang lainya. Sedangkan yang tiga, dengan penanganan darurat saja. Itu sementara sudah cukup," kata Sugiyono di Kudus, Selasa (18/3/2017).

Menurutnya, untuk penanganan darurat, dilakukan oleh warga setempat. Penanganan dilakukan dengan membersihkan area longsor yang menutup akses jalan. Kemudian juga dilakukan kerja bakti warga sekitar untuk mengepras sebagian tebing yang berpotensi longsor.
Dikatakan, longsor  itu terjadi selama kurun tahun ini. Curah hujan yang tinggi berakibat  tanah tak kuat menahan beban. Ujungnya, bencana longsor terjadi."Saya dan masyarakat sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu menangani longsoran. Kami dari masyarakat juga waspada, dan senantiasa memberi laporan," ungkapnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler