Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lebih dari 110 peserta hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari para pegiat ilmu falak di seluruh Jawa Tengah di antaranya pegiat ilmu falak dari Unissula, Unnes, Undip, MAN Demak, STAIN Kudus, dan UIN Walisongo serta beberapa perwakilan Kemenag di Jawa Tengah. Seperti Kemenag Kota Semarang dan Kemenag Sukoharjo. 

Dalam acara ini juga turut hadir Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag dan Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI,  Noor Ahmad,

Ahmad Izzuddin, Ketua Program Studi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, mengatakan pihaknya sudah melakukan pelatihan baru saja melaksanakan kegiatan seminar dan pelatihan operasional Teleskop, Minggu, (23/4/2017). Kegiatan dilaksanakan Program Studi S2 Imu Falak UIN Waliosngo Semarang bersama Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah.

"Acara semacam ini sangat perlu dilakukan, melihat kondisi hilal awal Ramadan 1438 cukup tinggi, jadi kegiatan sangat pas dan memang dibutuhkan," katanya kepada MuriaNewsCom

 Menurut dia, berdasarkan hasil perhitungan tinggi hilal sekitar 7 derajat sehingga sangat mungkin untuk dapat dilihat. Oleh karena itu pihaknya berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pegiat ilmu falak, juga masyarakat secara luas. Selain itu, kegiatan juga bertujuan agar meraka dapat memanfaatkan dengan baik dan benar teleskop-teleskop yang mereka miliki dalam rukyatul hilal nanti, sehingga bisa menciptakan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah puasa nantinya."Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB di Office Hall MAJT, dimulai dengan seminar mengenai Prediksi kondisi Hilal awal dan akhir Ramadan 1438 H dan dilanjutkan dengan praktik operasional teleskop di lapangan," ungkapnyaDikatakan, hasilnya diprediksi banyak yang berhasil melihat hilal saat rukyatul hilal hari jumat 26 Mei 2017 dan pada Sabtu 27 Mei 2017, menjadi awal puasa Ramadan. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler