Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, korban menghilang selama tiga bulan lamanya. Selama itu, korban menghilang bersama dengan JN. "Jadi selama ini korban bersama pelaku kabur. Mereka kabur dan ditemukan di wilayah Rembang," katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama tiga bulan menghilangkan, diduga keduanya bersama-sama terus, hingga akhirnya korban hamil.

Dikatakan Kapolres, saat kabur, korban membawa uang sekitar Rp 30 juta. Uang tersebut digunakan untuk biaya kehidupan mereka berdua selama tiga bulan ini.

"Pelaku adalah kenalan korban lewat HP. Korban di bawah umur itu masih terbujuk hingga akhirnya berani kabur dengan teman yang dikenalnya lewat HP itu," ungkap Agusman.

Sedangkan korban dikembalikan ke orang tuanya di Gebog. "Kami meminta agar para orang tua lebih waspada dan lebih hati-hati. Jangan sampai terlalu membiarkan anaknya bermain-main dengan HP. Apalagi sekarang zaman canggih dan bisa membujuk para Remaja," jelasnya.

Info yang dihimpun, kedua orang tua korban, Maswan (52), dan Ngatini (40) bereaksi lantaran putrinya tak pulang hingga satu hari. Mereka melapor ke polisi setempat. Tujuannya agar polisi bisa ikut membantu mencari keberadaan korban.Keterangan orang tua kepada polisi saat itu, korban pergi dari rumah dengan mengendarai sepeda motor Shogun dan mengenakan pakaian seragam sekolah. Keberadaan korban baru diketahui saat seorang teman menghubunginya. Korban merespons temannya dan memberi informasi keberadaannya.Selama di Rembang, korban hidup berdua dengan JN. Setiap harinya, korban bekerja di sebuah toko. JN kerja di reparasi sepeda motor. Mereka berdua hidup seadanya. Polisi secara intensif terus melakukan pemeriksaan kasus ini. Editor : Akrom HazamiBaca juga : Gadis ABG Hilang Hingga Berbulan-Bulan di Kudus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler