Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti halnya Heni Sugiarti (28) warga Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu. Usaha yang digelutinya itu cukup banyak membuahkan hasil. Terlebih saat sekarang ini bisa dikatakan kalau usahanya laris.

"Selama 2017 ini hingga bulan lalu ada 20 pemesan lebih. Kemungkinan bisa bertambah lantaran biasanya ada juga yang memesan dengan waktu yang mendadak," kata Heni ditemui di Kudus, Kamis (4/5/2017).

Menurut dia, dalam momen menjelang puasa semacam ini, pihaknya sudah mulai dipenuhi orderan karena memang banyak yang mau menikah. Belum lagi usai Lebaran Idul Fitri, yang biasanya orderan juga berdatangan hingga lebaran Idul Adha tiba.

Karena banyaknya yang memesan, dia menyarankan agar memesan sebulan sebelum pernikahan. Itu terkait, dengan modelnya yang biasanya cukup sulit dan juga butuh bahan yang sukar dicari. Selain itu, pihaknya juga mengutamakan kualitas dalam menyelesaikannya.

Dikatakan, kalau soal harga bervariasi tergantung model dan bentuk. Namun  Jika bentuk biasa dan 2D, dipatok Rp 250 ribu, namun untuk 3D bisa Rp 300 ribu lebih dan untuk 4D bisa sampai Rp 500 ribu. Semuanya dapat berubah tergantung ukuran dan bentuk.
"Biasanya saya mempromosikan lewat media sosial. Seperti Facebook dan Instagram. Namun yang paling banyak adalah dari mulut ke mulut," ungkap dia.Diceritakan, kegemarannya dalam menyusun uang menjadi mahar berasal dari otodidak. Waktu itu di 2014, dia mendapat pesanan membuat mahar dari tetangganya. Saat itu dia nekat membuatnya dan malahan disukai tetangganya. Tak lama setelah itu mulai ada lagi yang memesan kepadanya.Kemudian pada 2015, dia mulai menekuni dengan cara otodidak pula. Model demi model dicobanya. Semakin membuat model, pihaknya mengaku makin senang. Bahkan ketika makin rumit modelnya malah membuatnya merasa tertantang untuk menaklukkanya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler