Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Perayaan berupa pasar malam inidiselenggarakan sebelum Ramadan. Biasanya, sejumlah pedagang memanfaatkannya untuk berdagang. Berikut sekilas soal sejarah Dandangan.

Edy Supratno, sejarawan Kudus mengatakan, awal Dandangan bermula dari masyarakat yang menunggu pengumuman tanggal 1 Ramadan. Satu hari sebelum Ramadan tiba, masyarakat berkumpul  menunggu dimulainya bulan puasa.

"Berdasarkan sumber informasi di era itu, adalah Jakfar Shodiq selaku pemimpin Kudus (umaro) sekaligus ulama. Yang mana beliaulah yang menyuarakan dimulainya puasa Ramadan," katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Senin (15/5/2017).

Adapun tempatnya, kata Edy adalah di masjid dan Menara Kudus. Masyarakat Kudus berkumpul di sekitarnya. Khusus untuk menunggu datangnya pengumuman awal puasa.
Menurut dia, tandanya berupa suara beduk yang ditabuh dari Menara. Dan tabuhan yang berbunyi dang dang dang itulah kemudian menjadi nama Dandangan. Yang dikenal sampai sekarang.Lambat laun keramaian ini menjadi momentum yang dimanfaatkan pedagang untuk menggelar lapak jualan. Tradisi tersebut terus berlangsung sampai sekarang.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler