Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sapto Harjuli Wahyu, Kepala BPS Kudus mengatakan saat konferensi pers di kantornya, Jumat (2/6/2017) mengatakan, seluruh Jawa Tengah mengalami inflasi selama Mei. Kudus merupakan daerah inflasi tertinggi.

"Disusul dengan Tegal sebesar 0,74 persen, Purwokerto 0,66 persen, Semarang 0,59 persen, Cilacap 0,59 persen dan inflasi terendah terdapat di Surakarta dengan besaran 0,33 persen," katanya saat memberikan pemaparan.

Menurut dia, inflasi di Kudus pada Mei tak hanya tertinggi se-Jateng, namun juga melebihi inflasi pada April lalu. Tercatat, selama April inflasi Kudus di angka 0,05 persen atau jauh lebih rendah dengan IHK 134,22 persen.

Inflasi terjadi, lantaran terjadi kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks beberapa pengeluaran. Seperti kelompok bahan makanan 1,84 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,54 persen serta sejumlah kelompok lainya.Dari sekian banyak komoditas yang ada, yang paling besar memberikan sumbangan terhadap inflasi adalah jenis telur ayam ras, bawang putih, beras, bensin, tarif listrik, rokok dan juga pisang.Sementara, beberapa komoditas malah menyumbangkan deflasi, seperti jenis cabai rawit, biskuit, melon, jeruk, tarif pulsa hp, bayam serta udang basah.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler